Istilah-Istilah
dalam Dunia Sihir dalam Novel Harry
Potter
dan Relikui Kematian Karya J.K. Rowling
(Analisis Strukturalisme)
Oleh: Saryoto
(she_12zar88@yahoo.com)
Abstract
Every author of a fantasy
novel has a tendency to write his/her imagination in a term to say setting (the
names of place and time) or characters. In describing the terms, there will be
a relation between terms (sign), phonetic
forms (signifier), definitions (signified), and the concrete forms (referent). The word house, which has phonetic form [haʊs], means a place for living and its referent
is a wall-roofed building. By using theory of structuralism, especially sign
system (Semiotic), the terms can be explained the relation between the sign, the
meaning, and the concrete form.
Keywords: fantasy novel, structuralism, semiotic,
sign system.
Intisari
Setiap penulis novel
fantasi memiliki kecenderungan untuk menuliskan imajinasinya dalam bentuk
istilah untuk menyebut setting (nama tempat dan waktu) ataupun nama karakter. Dalam mendeskripsikan istilah-istilah tersebut maka
akan ada hubungan antara istilah (sign),
tulisan fonetik (signifier), definisi
(signified) dan bentuk konkretnya (referent). Kata house, yang mempunyai tulisan fonetik [haʊs] berarti tempat tinggal sedangkan referent-nya
adalah bangunan bertembok dan beratap. Dengan kaidah teori struktutalis-me,
khususnya teori sistem tanda (Semiotik), maka istilah-istilah tersebut dapat dijelaskan
hubungan antara tanda dengan makna dan bentuk konkretnya.
Kata kunci: novel fantasi, strukturalisme, semiotik, sistem
tanda.
A. Pendahuluan
Dalam teori
strukturalisme, dijabarkan tentang sistem tanda. Saussure mengatakan bahwa pada
hakikatnya bahasa adalah sistem tanda. Sistem tanda tersebut bersifat arbitrer
dan konvensional. Sistem tanda dalam bahasa berupa dua sisi, sisi pertama adala
signifie (petanda) dan sisi yang lain
adalah signifiant (penanda).
Sedangkan yang dimaksud dengan arbitrer adalah sifat dari tanda tersebut adala
semena-mena. Namun kesemena-menaan itu dibatasi oleh suatu konvensi atau
kesepakatan antarpemakai (Soeparno, 2002: 48).
Pembahasan dalam penelitian ini adalah pengkajian
tentang sistem tanda yang terdapat dalam novel fantasi karya JK. Rowling, yaitu Harry
Potter seri ketujuh yang berjudul Harry
Potter and the Deathly Halows atau Harry
Poter dan Relikui Kematian (versi terjemahan). Dalam novel tersebut,
penulis memperkenalkan beberapa istilah dalam komunitas penyihir yang tidak
terdapat dalam dunia Muggle (istilah untuk komunitas non-penyihir). Dengan
mengadopsi beberapa istilah dari bahasa Latin, penulis mendeskripsikan
istilah-istilah tersebut dengan imajinasinya sendiri. Sedangkan beberapa
istilah yang lain diambil dari istilah-istilah kuno yang menjadi legenda dan
mitos dalam dunia sihir. Istilah-istilah tersebut dijelaskan sebagaimana yang
telah diketahui oleh komunitas sihir dari legenda dan mitos tersebut.
Studi ini hanya akan
membahas beberapa istilah dalam dunia sihir yang diceritakan oleh penulis dalam
novelnya yang ketujuh. Istilah-istilah tersebut kemudian diteliti bagaimana
hubungannya dengan deskripsi dan bentuk konkret dari istilah-istilah tersebut.
Maka, dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan penelitian ini diharapkan bisa menjawab
pertanyaan berikut: (a) apa saja istilah-istilah dalam dunia sihir yang muncul dalam
novel Harry Poter dan Relikui Kematian?
(b) Bagaimana penulis mendeskripsikan istilah-istilah
tersebut untuk menghubungkan tanda dengan penanda dan petanda?
Teori yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teori strukturalisme Saussure khususnya teori mengenai
sistem tanda (Semiotik) serta teori tanda Peirce. Sedangkan jenis dari
penelitian ini adalah qualitative
research dan metode yang dipakai adalah library
research. Referensi utama dari penelitian
ini adalah novel Harry Poter dan Relikui
Kematian sebagai objeknya. Data dari film-film Harry Potter digunakan sebagai
referensi tambahan untuk menentukan pelafalan referen dari istilah-istilah yang
akan dikaji. Dari referensi utama diambil sampel yang akan
dijadikan objek kajian dengan teori strukturalisme khususnya teori semiotik sebagai
pisau bedahnya.
B.
Landasan Teori
Teori Saussure mengemukakan bahwa bahasa adalah
sebuah sistem tanda (Signs System).
Teori sistem tanda dari Saussure ini lebih dikenal sebagai dikotomi penanda (signifiant) dan tertanda (signifie). Martin Krampen melalui
Sudjiman dan van Zoest (1992:59-60) menjelaskan bahwa Langue merupakan suatu
sistem tanda yang bersifat abstrak. Sistem bahasa yang bersifat abstrak ini
menjadi dasar pengungkapan konkret. Adapun tannda bahasa berada dalam otak
sebagai asosiasi dari cerapan citra akustik dan konsep. Citra akustik (signifiant) yang tercerap itu dan konsep
(signifie) adalah satu kesatuan yang
tak terpisahkanseperti halnya dua sisi mata uang yang sama. Kesatuan inilah
yang disebut tanda.
Parera (1991:28) mengemukakan konsep tanda dalam
bahasa yang lebih sederhana. Menurutnya, signifie
adalah konsep (thing meant), yaitu
apa yang ditunjuk oleh lambang bunyi arus ujaran manusia. Sedangkan signifiant atau disebut juga signifier adalah lambang akustik atau
bunyi bahasa itu sendiri. Sebagai contoh adalah kata kursi dalam bahasa Inggris
yaitu chair. Maka signifiant-nya adalah [t∫æ(r)] sedangkan signifie-nya adalah tempat duduk.
Aliran strukturalisme Saussure memberikan istilah
untuk bidang yang membahas sistem tanda ini sebagai Semiotik. Disebut juga semiologi (berasal dari bahas Yunani “sēmeîon” yang berarti “tanda”), yaitu ilmu yang mempelajari
tentang tanda-tanda di dalam kehidupan masyarakat; ini akan menjadi bagian dari psikologi
sosial dan konsekuensi dari psikologi umum (Hawkes, 2003: 100). Sedangkan
aliran strukturalisme Amerika yang dipelopori oleh Charles Sanders Peirce, menerangkan bahwa tanda disebut sebagai representamen dan konsep, benda, gagasan,
dan seterusnya yang diacunya sebagai objek. Sedangkan makna dari tanda tersebut
disebut interpretan (Danesi,
2011:32).
Hubungan antara representamen,
interpretan, dan objek dapat dilihat
pada segitiga tanda ”Peircean” berikut:
Representamen (X)
Objek (Y) interpretan (X=Y)
Selain itu Peirce
juga mengemukakan hububungan tanda dengan sumber acuannya. Menurutnya, tanda
dibagi menjadi tiga jenis, yaitu ikon,
indeks, dan simbol. Ikon adalah tanda
yang mewakili sumber acuan melalui bentuk replikasi, simulasi, atau persamaan.
Misalnya, gambar kapal penunjuk arah ke pelabuh-an atau gambar pesawat yang
menunjukan arah ke bandara dan sebagainya. Indeks
adalah tanda yang mewakili sumber acuan dengan cara mengaitkannya pada sumber
acuan lain. Misanya, asap menunjukan adanya api atau kilat menunjukan akan
turunnya hujan dan sebagainya. Sedangkan simbol
adalah tanda yang mewakili objeknya melalui kesepakatan atau persetujuan dalam
konteks spesifik. Misanya, daun pohon waru sebagai simbol cinta, bintang dan
bulan sebagai simbol agama Islam, dan sebagainya (Danesi, 2011:33).
C. Analisis
1.
Ringkasan Singkat Novel Harry Potter dan Relikui Kematian
Harry
Potter telah memasuki tahun terakhir di Hogwarts. Namun setelah kematian kepala
sekolahnya, Albus Dumbledore, dia memutuskan untuk tidak meneruskan sekolahnya.
Dia akan menjalankan tugas yang diberikan oleh Dumbledore untuk memburu horcrux
dan menghancur-kannya. Dari perburuan sebelumnya bersama kepala sekolah,
diketahui bahwa jumlah horcrux tersebut ada tujuh buah. Harry telah
mengancurkan salah satunya secara tidak sengaja pada tahun kedua, yaitu Buku
Harian Riddle. Sedangkan horcrux kedua yang berupa Cincin Gaunt telah
dihancurkan Dombledore sendiri sebelum Harry memasuki tahun keenamnya. Horcrux
ketiga yang telah mereka temukan meski harus dengan kehilangan nyawa sang
kepala sekolah, ternyata hanyalah horcrux palsu. Dengan demikian Harry masih
harus menemukan lima
horcrux yang lain.
Perburuan
horcrux dilakukan bersama kedua sahabat karibnya, Ron Weasley dan Hermione
Granger. Bersama mereka berdua, Harry menjelajahi Inggris dari satu tempat ke
tempat yang lain. Berkat benda-benda wasiat dari Dombledore dan kecerdasan
Hermione Granger dalam menggunakan sihir serta keberanian Ron Weasley dalam
menghadapi segala ancaman ynag akan menghalangi mereka, satu persatu Harry bisa
menemukan horcrux serta menghancurkannya.
Namun
ada hal lain yang membuat perjalanan mereka dalam mencari horcrux terhambat.
Mereka disibukkan oleh legenda Relikui Kematian yang terdiri dari Tongkat
Elder, Batu Kebangkitan dan Jubah Gaib yang konon bisa menjadikan penguasa
kematian bagi siapa saja yang bisa mengumpulkan ketiga Relikui Kematian. Dengan
bantuan Hermione dalam memecahkan teka-teki tersebut akhirnya mereka bisa menemukan
ketiga relikui tersebut. Di akhir cerita, Harry dan teman-temannya mengetahui
bahwa Harry telah memiliki dua dari relikui tersebut yaitu Batu Kebangkitan
yang tersimpan di dalam Golden Snitch pemberian Dumbledore dan Jubah Gaib
warisan ayahnya yang ternyata masih keturunan dari legenda relikui. Sedang-kan Tongkat Elder berada di tangan Voldemort yang
diambil paksa dari pusara Dumbledore.
Namun demikian
tongkat tersebut tidak menurut pada Voldemort. Tongkat tersebut hanya akan
menurut pada masternya yang sebenarnya. Voldemort tahu bahwa pemilik terakhir
dari Tongkat Elder adalah Dumbledore, sedangkan Snape adalah orang yang
membunuh Dumbledore. Maka Vodemort pun membunuh Snape. Di lain cerita, Malfoy lah
yang telah melucuti tongkat Dumbledore sebelum dibunuh Snape, sedangkan Malfoy
pernah dikalahkan Harry. Alhasil, Harry lah pemilik sah dari Tongkat Elder.
Pada saat Harry mengetahui bahwa dialah Horcrux
terakhir, maka dia menyerahkan diri agar dibunuh oleh Voldemort sendiri. Karena
tongkat Elder adalah milik Harry, kutukan kematian dari Voldemort hanya
membunuh keping-an jiwa Voldemort yang menempel pada tubuh Harry. Harry pun
selamat dari kutukan itu, dan pada duel terakhir melawan Voldemort, dia pun
berhasil melucuti tongkat Elder dan kutukan tersebut berbalik dan membunuh
Voldemort sendiri.
2.
Beberapa Istilah dalam Dunia Sihir
Di dalam novel Harry
Potter dan Relikui Kematian ada beberapa istilah sihir yang sebelumnya
sudah disebutkan dalam novel seri-seri sebelunya. Tidak semua istilah akan di
bahas dalam penelitian ini. Dari beberapa istilah tersebut kemudian dijelaskan
deskripsinya.
a)
Horcrux
Istilah horcrux
[’hu:krəks] diperkenalkan oleh penulis pertama kali dalam novel Harry Potter
yang keenam, yaitu Harry Potter dan
Pangeran Berdarah Campuran. Dalam buku tersebut, melalui karakter Profesor
Slughorn (guru mata pelajaran Ramuan), penulis menjabarkan bahwa horcrux merupakan ilmu sihir hitam yang
berupa kepingan jiwa seorang penyihir yang diletakkan dalam benda lain.
”...Horcrux
adalah sebutan bagi benda yang digunakan orang untuk menyembunyikan sebagian
jiwanya.”
(Rowling, 2006:624)
Dalam buku tersebut diterangkan pula bagaimana cara
penyihir yang akan membelah jiwanya, yaitu dengan cara membunuh orang lain.
Adapun tempat untuk meletakkan pecahan jiwa tersebut bisa berupa apa saja, baik
benda, hewan, bahkan manusia.
Dalam petualangan Harry Potter bersama Profesor
Dumbledore mencari horcrux diketahui
bahwa Voldemort membelah jiwanya menjadi tujuh bagian, dimana dua dari ketujuh horcrux tersebut telah dihancurkan,
yaitu Buku Harian Riddle (yang dihancurkan Harry dalam buku kedua, Harry Potter dan Kamar Rahasia) dan
Cincin Gaunt (yang dihancurkan oleh Dumbledore dalam buku keenam). Sedangkan
horcrux tersisa antara lain Liontin Slyterin, Piala Hufflepuf, Mahkota
Revenclaw, Nagini (ular Voldemort) dan Harry Potter sendiri (satu-satunya horcrux yang berupa manusia yang tidak
pernah diharapkan oleh Voldemort menjadi sebuah horcrux). Kelimanya ditemukan oleh Harry dan teman-temannya yang
diceritakan pada buku terakhir. Dua horcrux
terakhir baru terungkap dalam buku terakhir.

Gb.
1. Ketujuh Horcrux (http://harrypotter.wikia.com/wiki/Horcrux)
b)
Azkaban
Istilah Azkaban [’æzkəbən] muncul pertama dalam
buku ketiga, Harry Potter dan Tawanan
Azkaban. Istilah ini merujuk pada sebuah penjara untuk para penyihir yang
melanggar peraturan dalam dunia sihir. Penjara ini diceritakan sebagai penjara
yang terletak ditengah-tengah samudra Atlantik. Penjara ini dijaga ketat oleh
makhluk gaib yang bernama Dementor.
Penyihir yang dihukum kemudian dikirim ke Azkaban
bisa disebabkan
karena pelanggaran ringan hingga pelangaran berat.
Sebelum kebang-kitan Pangeran Kegelapan, para pengikutnya yang berhasil
ditangkap dijebloskan ke dalam penjara ini selama seumur hidup.
Gb.2. Penjara Azkaban
(http://www.ghostofaflea.com/archives/Azkaban.jpg)
Pada
tahun kelima, yang di ceritakan dalam Harry
Potter dan Orde Phoenix,
penjara ini mengalami pelarian besar-besaran yang menyebabkan lolosnya beberapa
Pelahap Maut (pengikut Voldemort) yang kembali bergabung dengan tuannya.
Diceritakan pula dua penjaga penjara ini lepas dari kontrol Kementrian Sihir
dan menyerang Harry Potter dan keponakannya, Dudley Dursley.
c)
Dementor
Seperti telah diceritakan sebelumnya bahwa Dementor [di’mentə(r)] adalah makhluk
gaib yang menjaga pejara sihir, Azkaban.
Makhluk ini seperti manusia yang berjubah dan wajah berkerudung dan tak
terlihat. Tangannya keriput dan keropeng. Dementor
tidak berjalan layaknya manusia, namun mereka melayang-layang di udara sambil
menebarkan perasaan kesedihan dan keputusasaan. Makanan dari Dementor adalah kebahagiaan dengan cara
menyedotnya dari korban. Orang atau penyihir yang menjadi korban Dementor, yaitu ketika mendapat kecupan Dementor, akan kehilangan kebahagiaan
mereka. Keadaan ini diceriatakan bahwa melebihi kematian karena orang tersebut
dalam keadaan tidak mati dan tidak pula hidup. Namun, Dementor dapat dikalahkan dengan mantra Patronus karena mantra tersebut memberikan perasaan bahagia kepada
penyihir yang akan mengusir para Dementor.

Gb.3. Dementor
(http://harrypotter.wikia.com/wiki/Category:Images_of_Dementors)
Pertama kemunculannya dalam cerita adalah pada buku
ketiga, yaitu ketika Sirius Black kabur dari Azkaban. Kemudian makhluk ini ditugaskan untuk menjaga sekolah
sihir Hogwarts setelah diketahui dia berada dalam kastil Hogwarts. Makhluk ini
dimunculkan lagi dalam buku kelima, yaitu ketika menyerang Harry Potter di
rumah pamannya. Sedangkan dalam Harry
Potter and the Deathly Hallows, makhluk ini dikerahkan oleh Voldemort untuk
ikut menggempur kastil Hogwarts dalam pertempuran melawan para Orde Phoenix.
d)
Patronus
Pada tahun ketiga, sebelum Harry Potter tiba di
sekolahnya, Hogwarts, dia telah dikejutkan dengan kemunculan beberapa Dementor. Karena sifatnya yang menyedot
kebahagiaan dari seseorang, Harry merasa sangat lemah ketika berhadapan dengan
makhluk tersebut. Pada saat itulah guru barunya, Profesor Remus Lupin, yang
pertama menggunakan mantra yang bernama Patronus
yang mampu mengusir para Dementor tersebut.
Dengan demikian, istihah Patronus [pa’tro:nəz] merujuk pada sebuah mantra yang bisa mengusir
Dementor. Adapun bunyi dari
mantra Patronus ini, seperti yang
ditulis Rowling dalam buku ketiga, adalah Expecto
Patronum. Untuk menghasilkan mantra ini, seorang penyihir tidak hanya
sekedar mengucapkannya, namun dia juga harus bisa menciptakan sebuah kenangan
yang indah dan membahagiakan. Semakin kuat kenangan yang indah itu maka semakin
besar pula kekuatan mantra ini untuk mengusir Dementor.
Wujud
yang dihasilkan mantra Patronus ini pada dasarnya berupa kepulan asap yang
muncul dari ujung tongkat sihir. Namun bentuk dari kepulan asap tersebut akan
berbentuk hewan. Bentuk hewan yang keluar dari tongkat penyihir akan berbeda
antara penyihir yang satu dengan yang lainnya. Misalnya, Patronus milik Harry Potter berbentuk rusa jantan dan
milik Severus
Snape berbentuk rusa betina (sama dengan Patronus Lily Potter, ibu dari Harry Potter).

Gb.4a. Rusa Gb.4b. Kucing Gb.4c.
Kuda
(http://harrypotter.wikia.com/wiki/Patronus_Charm)
e) Muggle
Istilah
Muggle [’mʌgl]
adalah sebutan untuk komunitas non sihir (Rowling, 1999: 70-71). Muggle adalah
manusia biasa yang tidak memiliki kemampuan sihir. Namun demikian, komunitas
ini bisa melahirkan penyihir yang kemudian disebut sebagai Muggle born (kelahiran Muggle). Salah satu karakter yang merupakan kelahiran Muggle adalah teman dekat
Harry Potter sendiri, yaitu Hermione Granger. Kedua orangtuanya adalah Muggle, sedangkan
dia adalah penyihir yang justru menjadi penyihir terpandai dalam satu angkatan.
Dalam Harry Potter and the Deathly Hallows,
Voldemort berhasil menguasai Kementrian Sihir dan menerapkan aturan untuk mendata
penyihir berkelahiran Muggle, atau yang oleh penyihir murni disebut sebagai Mudblood. Melalui Pius Thicknesse,
Mentri Sihir, diangkatlah Dolores Umbridge sebagai Head of the Muggle-born Registration. Dia bertugas mendata semua
penyihir yang orangtuanya adalah Muggle (Rowling, 2007: 206).
f)
Portkey
Di dalam Harry Potter and the
Deathly Halows,
diceritakan bahwa ketika usia Harry Potter menginjak 17 tahun maka jejak sihirnya tidak
dapat dilacak oleh kementrian Sihir. Dengan begitu, pelahap maut akan merasa
lebih mudah menangkapnya. Sehingga pada malam menjelang usianya genap 17 tahun,
pasukan Orde Phoenix berencana memindahkannya ke tempat yang lebih aman.
Dari tempat tinggalnya dengan paman dan bibinya, Privet Drive No. 4, Harry Potter dipindakan ke The Burrow
(rumah Ron Weasley) dengan
dikawal oleh para Orde Phoenix. Namun sebelumnya dia dipindahkan dulu ke
rumah orang tua Nymphadora Tonks
dengan sapu terbang. Dari sana kemudian Harry Potter akan dipindahkan ke The Burrow
menggunakan sebuah sisir kecil berwarna keperakan yang telah diubah menjadi
sebuah portkey (Rowling,
2007: 61).
“Portkey
adalah benda-benda yang digunakan untuk mengangkut penyihir dari satu tempat ke
tempat lain pada waktu yang sudah ditentukan.”
(Rowling, 2001: 93)
Istilah portkey [‘po:tki] sebenarnya sudah muncul dalam Harry
Potter dan Piala Api. Istilah ini merujuk pada alat transportasi sihir yang
berupa benda-benda atau benda bekas yang tidak berguna. Tujuannya adalah agar
tidak menarik perhatian Muggle sehingga disalahgunakan. Dalam Harry Potter
dan Piala Api disebutkan bahwa portkey ini berupa sepatu bot butut yang
disembunyikan di atas Bukit Stoatshead. Selain itu Profesor “Mad Eye” Moody mengubah Piala
Triwizard menjadi portkey untuk mengantarkan Harry Potter
kepada Lord Voldemort.

Gb.5. Portkey berupa sepatu bekas dan Piala
Triwizard (http://harrypotter.wikia.com/wiki/Portkey)
Cara kerja dari portkey adalah memindahkan panyihir yang sebelumnya
telah di atur tempat awal dan tempat tujuan serta waktu kepindahan oleh
Kementrian Sihir. Penyihir harus menyentuhnya sebelum portkey berindah
ke tempat yang dituju. Sensasi dari berpindah-nya portkey tersebut,
seperti diceritakan dalam Harry Potter dan Piala Api, adalah seperti ada
kaitan di belakang pusar yang mendadak ditarik tak tertahankan ke depan menyedot
tubuh masuk ke dalam benda tersebut kemudian dimuntahkan kembali di tempat
tujuan (Rowling, 2001: 97).
g)
Pensieve
Ketika Severus Snape sekarat setelah diserang oleh
Nagini (ular Voldemort), Harry dan teman-temannya mengetahui akan kejadian itu
dari bawah Jubah Gaib. Dia kemudian berusaha untuk menolong Severus Snape namun
tiba-tiba dia mengeluarkan sesuatu yang berwarna keperak-perakan dari kepalanya
melaui ujung tongkatnya. Kemudian ia meminta Harry untuk meng-ambilnya. Setelah
itu dia meninggal. Setelah Harry tahu bahwa itu adalah kenangan Snape, maka dia
tahu kemana dia harus membawa kenangan itu, yaitu ke sebuah alat yang disebut pensieve (Rowling, 2007: 528).
Sebenarnya
istilah pensieve [‘pənsi:v] sudah
diperkenalkan penulis pada buku keempat, Harry Potter dan Piala Api. Dalam buku tersebut
disebutkan bahwa pensieve digambarkan sebagai baskom batu dangkal yang
tepinya dihiasi pahatan huruf Rune dan simbol-simbol (Rowling, 2001: 700). Isi dalam baskom itu tidak cair dan tidak berupa gas namun berwarna
perak putih cemerlang dan bergerak. Pensieve adalah alat untuk melihat
kenangan seseorang yang hanya dimiliki oleh kepala sekolah Hogwarts dan terletak
di ruang kepala sekolah.

Gb.6.
Pensieve (http://harrypotter.wikia.com/wiki/Pensieve)
Harry
pertama kali menggunakan pensieve pada di tahun keempat ketika berada di
ruang kepala sekolah-nya. Ketika itu dia penasaran dengan benda tersebut
kemudian mencoba untuk menyentuhnya, namun malah tercebur masuk ke dalam pensieve.
Saat itu Harry secara kebetulan memasuki kenangan Dumbledore. Di sana ia
melihat segala kenangan kepala sekolahnya sebelum akhirnya dia disusul
Dumbledore dan diajak kembali keluar dari dalam pensieve.
Selain
itu dia juga pernah memasukinya pada tahun kelima ketika dia belajar Occlumency
(ilmu menutup pikiran agar tidak terbaca orang lain) dengan Severus Snape. Pada
saat itu secara tidak sengaja dia memasuki pensieve yang sebelumnya
telah dipergunakan Snape untuk menyimpan kenangannya. Tenyata kenangan tersebut
adalah kenangan terburuk Snape yang tidak ingin dia perlihatkan kepada Harry.
Setelah mengetahui bahwa Harry telah memasuki kenangannya tanpa ijin, Snape pun
marah dan mengusir Harry serta menyudahi pelajaran Occlumency yang gagal
total (Rowling, 2005: 885-889).
D.
Penutup
Dari pembahasan mengenai istilah-istilah dalam dunia
sihir yang terdapat dalam Harry Potter
and the Deathly Hallows di atas, maka dapat diketahui bahwa istilah-istilah
tersebut antara lain:
1. Horcrux [’hu:krəks], yaitu kepingan jiwa seorang penyihir yang diletakkan dalam
benda lain, yang berupa antara lain buku harian, cincin, kalung, piala,
mahkota, ular, dan manusia.
2. Azkaban [’æzkəbən], yaitu penjara untuk para penyihir yang melanggar peraturan
dalam dunia sihir.
3. Dementor [di’mentər], yaitu makhluk sihir yang menjaga penjara Azkaban yang
berbentuk seperti manusia yang berjubah dan wajah berkerudung dan tak terlihat.
4. Patronus [pa’tro:nəz], yaitu mantra yang menghasilkan kabut berbentuk hewan yang
sesuai karakter si penyihir, antara lain Rusa, kucing, kelinci, anjing, dll.
5. Muggle [’mʌgl], yaitu komunitas non sihir/manusia
biasa.
6. Portkey [‘po:tki], yaitu alat transportasi sihir yang berupa
benda-benda untuk mengangkut penyihir
dari satu yang berupa Sepatu bot bekas, piala, sisir, kaleng, sepatu
tua, dll.
7. Pensieve [‘pənsi:v], yaitu baskom berisi kenangan sese-orang yang digunakan untuk
melihat kenangan orang lain. Baskom batu dangkal yang tepinya dihiasi pahatan huruf Rune dan
simbol-simbol.
E.
Daftar Pustaka
Danesi, Marcel. Pesan,
Tanda, dan Makna: Buku Teks Dasar Mengenai Semiotika dan Teori Komunikasi.
Yogyakarta: Jalasutra, 2011. Print.
Parera, Jos Daniel. Kajian Linguistik Umum: Historis Komparatif dan Tipologi Struktural.
Jakarta: Erlangga, 1991. Print.
Rowling,
JK. Harry Potter and the Deathly Hallows.
London: Bloomsbury,
2007. Print.
Rowling,
JK. Harry Potter dan Pangeran Berdarah
Campuran. Jakarta:
Gramedia, 2005. Print.
Rowling,
JK. Harry Potter dan Orde Phoenix. Jakarta: Gramedia, 2004.
Print.
Rowling,
JK. Harry Potter dan Piala Api. Jakarta:
Gramedia,
2001.
Print.
Rowling,
JK. Harry Potter dan Batu Bertuah. Jakarta:
Gramedia,
1999.
Print.
Sampson,
Geoffrey. School of Linguistic:
Competition and Evolution. London:
Hutcinson. Print.
Soeparno.
Dasar-Dasar Linguistik Umum. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2002. Print.
Sudjiman, Panuti dan Aart van Zoest. Serba-serbi Semiotika. Jakarta: Gramedia,
1992.. Print.
Sumber gambar:
<http://harrypotter.wikia.com/wiki/Category:Images_of_Dementors>
<http://harrypotter.wikia.com/wiki/Horcrux> <http://harrypotter.wikia.com/wiki/Patronus_Charm>
<http://www.ghostofaflea.com/archives/Azkaban.jpg>
F.
Lampiran
Tabel istilah sihir dan hubungannya dengan Penanda dan Petanda:
|
Tanda
|
Penanda
|
Petanda
|
Referen
|
|
Horcrux
|
[’hu:krəks]
|
Kepingan jiwa seorang penyihir yang diletakkan dalam benda lain.
|
- buku harian
- cincin
- kalung
- piala
- mahkota
- ular
- manusia
|
|
Azkaban
|
[’æzkəbən]
|
Penjara untuk para penyihir
yang melanggar peraturan dalam dunia sihir.
|
Penjara yang terletak di tengah-tengah
samudra Atlantik.
|
|
Dementor
|
[di’mentər]
|
Makhluk sihir yang menjaga
penjara Azkaban.
|
Seperti manusia yang berjubah
dan wajah berkerudung dan tak terlihat.
|
|
Patronus
|
[pa’tro:nəz]
|
Mantra yang menghasilkan kabut
berbentuk hewan yang sesuai karakter si penyihir.
|
Rusa, kucing, kelinci, anjing,
dll.
|
|
Muggle
|
[’mʌgl]
|
Komunitas non sihir/manusia
biasa.
|
Masyarakat dalam dunia nyata.
|
|
Portkey
|
[‘po:tki]
|
Alat transportasi sihir yang
berupa benda-benda untuk mengangkut
penyihir dari satu tempat ke tempat lain.
|
Sepatu bot bekas, piala,
sisir, kaleng, sepatu tua, dll.
|
|
Pensieve
|
[‘pənsi:v]
|
Baskom berisi kenangan seseorang yang digunakan untuk
melihat kenangan orang lain.
|
Baskom
batu dangkal yang tepinya dihiasi pahatan huruf Rune dan
simbol-simbol.
|
No comments:
Post a Comment