Siang itu aku lagi males2an di
ruang tamu. Aku lihat temen2 yang lain juga pada teler di sofa. Maklum lah
Bulan Puasa. Siang hari memang waktu yang tepat buat malas2an. Ada satu orang
yang kala itu masih asyik di depan laptopnya. Mungkin ngerjain laporan.
“Wan, ngerjain laporan?”
tanyaku pada Ridwan yang hanya dijawab dengan anggukan.
“Nyicil,” jawab Ridwan masih sambil
ngetik.
Kemudian aku coba ke luar
rumah. Siapa tahu dapat angin segar biar gak ngantuk. Sampai di depan pintu,
ternyata ada cewek jilbaber sedang duduk di kursi teras rumah. Sepertinya dia
sedang serius membaca buku yang super tebel. Tapi ada yang aneh. Masa dari tadi
dia cuma menunduk menatap buku terus tanpa membuka halaman berikutnya? Dengan
tangan kiri menyangga dagu sebelah kiri. Ada yang gak beres nie. Ternyata …
“Wan, sini cepet!” kataku pada
Ridwan setengah berbisik.
“Knapa e?” jawab Ridwan yang
sekarang mau beranjak dari Laptopnya.
“Buruan, Mbak Karin tidur,”
kataku masih setengah berbisik.
“Aseek,,dapat mangsa nie,”
jawab Ridwan sambil berjalan mengandap-endap dari ruang tamu.
“Sssttt…Pelan-pelan, jangan
sampe terbangun!”
Kemudian Ridwan dengan pede
duduk di samping Mbak Karin yang masih tertidur pulas. Dia pun menunggu saat
yang tepat untuk membangunkan Mbak Karin.
“Hmmm….Mbak..Mbak…” kata Ridwan
memulai pembicaraan. Dia begitu dekat dengan Mbak Karin sampe seperti tidak ada
jarak di antara mereka. “Aku salut kamu suka membaca, tapi kalo cuma buat alibi
untuk tidur ya jangan lah, Mbak. Tidur tu ya liat-liat tempat dong,” kata
Ridwan yang sontak membuat Mbak Karin terbangun kaget. Saking kagetnya, sampai2
dia terlonjak sambil memisahkan diri menjauh dari Ridwan.
“Astaghfirullohal’adzim,
Ridwan!!!” kata Mbak Karin dengan shock.
“Kalo mau tidur ya di kamar
dong, Mbak. Jangan di sini, malu diliat orang,” kata Ridwan dengan gayanya yang
kocak masih tetap duduk di samping Mbak Karin meskipun sekarang Mbak Karin
sudah agak menjauh.
“Aduh, Wan. Jangan gitu dong,
sana-sana pergi!” kata Mbak Karin mengusir Ridwan dari dekatnya.
Aku cuma ketawa melihat mereka
berseteru. Ridwan tetap tak beranjak. Dan mbak Karin pun juga tak mau kalah.
Dia tetap bergeming dari tempat duduknya.
Yahh..itulah sedikit cerita
konyol saat kita KKN. Kita memang berasal dari bermacam-macam karakter. Ada
yang jilbaber, ada yang konyolnya minta ampun kayak si Ridwan. Dan itu cuma
secuil cerita kekonyolan dia di tempat KKN.
Mbak Karin, begitu kami
memanggilnya, memiliki nama lengkap Karina Pramitasari. Dia jurusan Pendidikan
Matematika fakultas Saintek. Seperti yang aku bilang tadi bahwa dia ini adalah
jilbaber, yah begitulah kami menyebut mereka. Karena memang berjilbab lebar dan
dia juga paling anti kalo bersalaman dengan cowok. Bahkan kalo di ajak ngobrol
pasti dia nunduk. Intinya, dia adalah cewek yang “lurus” dan sudah bisa ditebak
dia pasti gak kenal pacaran. Jadi buat cowok2, jangan pernah mengharapkan
cintanya kalau hanya untuk pacaran.
Selama KKN, dialah satu-satunya
cewek yang selalu tadarus baik di kamar sendiri maupun di luar. Dia juga yang
paling dekat dengan anak-anak di tempat KKN. Gak tau jurus apa yang ia gunakan
hingga anak-anak pada nempel terus sama dia.
Setahuku dia juga seorang
penulis. Dia anggota FLP Jogja. Aku sempat sekali membaca puisi karangannya.
Keren juga. Sebenarnya aku juga sangat tertarik dengan hal-hal yang berhubungan
dengan tulis menulis. Jadi ketika ketemu dengan penulis rasanya ada aura
tersendiri.
Nah, cerita di atas adalah
salah satu kisah konyol Mbak Karin saat KKN. Secuil cerita tersebut membuatku
merindukan saat-saat bersama mereka di tempat KKN. Selama KKN kita tinggal
serumah, hidup bersama sebagai keluarga. Namun, kesibukan setahun terakhir ini
membuat kami harus berpisah. Mungkin bukan hanya aku yang merasakan kerinduan
ini, tapi mereka juga. Hanya saja, rasa kerinduan itu mereka ungkapkan dengan
cara yang berbeda-beda. Tapi satu hal yang bisa aku ungkapkan di sini bahwa tak
ada persahabatan yang abadi. Tapi rasa persaudaraan lah yang tetap mengikat
kami walau tak bisa lagi saling bertemu.
Tetap semangat teman2Q, my
brothers n sisters, my family. I love u all, I miss u all. Insya Alloh cerita
ini bersambung dengan mengangkat cerita dari karakter2 di Keluarga Cemara.