Monday, December 16, 2013

Biasa itu Luar Biasa (Refleksi Euforia Kelulusan)




Meski sudah berlalu, tentu sebagian orang masih larut dalam pesta kelulusan. Bagi yang sudah melewati masa-masa itu, tentu masih ingat euforia itu. Diantaranya foto bersama, saling berjabat tangan dan berpelukan, serta ucapan selamat yang datang silih berganti dari sahabat, keluarga dan orang-orang yang ikut berbahagia dengan kelulusan. Beberapa di antara mereka ada pula yang mendapat bunga. Semua itu merupakan pertanda bahwa momen ini adalah momen spesial dalam hidup. Meskipun sebenarnya masih banyak momen selain itu yang jauh lebih berkesan.
Persiapan sebelum pesta kelulusan ini juga menjadi bagian tak terpisahkan. Mulai dari kostum apa yang akan dipakai saat acara berlangsung, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bagi laki-laki mungkin tak terlalu repot memikirkan persiapannya. Cukup dengan kemeja putih, celana hitam, dasi dan jas (jika perlu). Serta sedikit memoles wajah dan rambut. Lelaki memang simpel, begitu kata orang-orang.
Sebaliknya, bagi perempuan, persiapan tersebut amat begitu penting. Mulai dari tipe kerudung yang akan dipakai, baju, sepatu, dan yang pasti make up. Untuk yang terakhir ini adalah yang paling memakan banyak waktu. Bahkan menurut pengakuan bebarapa wisudawati, mereka harus mengantri dari subuh untuk sesuatu yang dalam agama pun tidak dianjurkan sama sekali. Wanita cenderung ribet. Itulah sebagian besar pendapat mengenai makhluk yang bernama wanita.
Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk suatu momen yang luar biasa, harus disiapkan sesempurna mungkin. Apakah memang harus demikian? Apakah memang harus keluarga besar ikut serta?apakah memang harus foto-foto dengan latar belakang setumpuk buku? Apakah harus berdandan sedemikian lengkap? Apakah memang harus bersolek?
Mengambil ibroh atau pelajaran dari setiap peristiwa yang dialami adalah jauh lebih penting dari semua hal di atas. Mungkin salah satunya adalah kesederhanaan. Ya, bagi intelektual muslim tentu telah belajar banyak dari nash-nash mengenai pentingnya kesederhanaan, menghindari sifat berlebihan, serta mengambil pelajaran dari setiap drama dalam kehidupan. Kesederhanaan tentunya juga akan membuat seseorang tak harus repot-repot mengantri dari subuh. Yang terpenting adalah akan jadi apa setelah kelulusan itu berlalu, apa yang bisa diberikan dengan gelar kesarjanaan itu, dan kontribusi apa yang telah diberikan selama menempuh titel tersebut. Maka, jika dapat mengorientasikan hal-hal di atas, euforia kelulusan tak harus berlebihan. Menjadikan momen tersebut biasa saja, itu yang justru luar biasa. Jadi benarlah kata orang bijak, bahwa ‘biasa itu luar biasa’.
Terlepas dari itu semua, ucapan selamat tetap harus diberikan kepada mereka. Bagaimanapun juga, proses menuju kelulusan sangatlah tidak mudah. Harus melalui jalan yang berlika-liku. Ucapan selamat, jabat tangan erat, pelukan hangat, dan sekuntum bunga menjadi sesuatu yang luar biasa dalam momen yang luar biasa tersebut. Selamat bagi teman-teman yang telah berhasil menyelesaikan studinya. Semoga ilmunya bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Semoga dengan ini semua, masa depan yang lebih cerah kan tergapai. Amin.

No comments:

Post a Comment