Saturday, June 22, 2013

Oops...Ada Jilbaber Ketiduran



Siang itu aku lagi males2an di ruang tamu. Aku lihat temen2 yang lain juga pada teler di sofa. Maklum lah Bulan Puasa. Siang hari memang waktu yang tepat buat malas2an. Ada satu orang yang kala itu masih asyik di depan laptopnya. Mungkin ngerjain laporan.
“Wan, ngerjain laporan?” tanyaku pada Ridwan yang hanya dijawab dengan anggukan.
“Nyicil,” jawab Ridwan masih sambil ngetik.
Kemudian aku coba ke luar rumah. Siapa tahu dapat angin segar biar gak ngantuk. Sampai di depan pintu, ternyata ada cewek jilbaber sedang duduk di kursi teras rumah. Sepertinya dia sedang serius membaca buku yang super tebel. Tapi ada yang aneh. Masa dari tadi dia cuma menunduk menatap buku terus tanpa membuka halaman berikutnya? Dengan tangan kiri menyangga dagu sebelah kiri. Ada yang gak beres nie. Ternyata …
“Wan, sini cepet!” kataku pada Ridwan setengah berbisik.
“Knapa e?” jawab Ridwan yang sekarang mau beranjak dari Laptopnya.
“Buruan, Mbak Karin tidur,” kataku masih setengah berbisik.
“Aseek,,dapat mangsa nie,” jawab Ridwan sambil berjalan mengandap-endap dari ruang tamu.
“Sssttt…Pelan-pelan, jangan sampe terbangun!”
Kemudian Ridwan dengan pede duduk di samping Mbak Karin yang masih tertidur pulas. Dia pun menunggu saat yang tepat untuk membangunkan Mbak Karin.
“Hmmm….Mbak..Mbak…” kata Ridwan memulai pembicaraan. Dia begitu dekat dengan Mbak Karin sampe seperti tidak ada jarak di antara mereka. “Aku salut kamu suka membaca, tapi kalo cuma buat alibi untuk tidur ya jangan lah, Mbak. Tidur tu ya liat-liat tempat dong,” kata Ridwan yang sontak membuat Mbak Karin terbangun kaget. Saking kagetnya, sampai2 dia terlonjak sambil memisahkan diri menjauh dari Ridwan.
“Astaghfirullohal’adzim, Ridwan!!!” kata Mbak Karin dengan shock.
“Kalo mau tidur ya di kamar dong, Mbak. Jangan di sini, malu diliat orang,” kata Ridwan dengan gayanya yang kocak masih tetap duduk di samping Mbak Karin meskipun sekarang Mbak Karin sudah agak menjauh.
“Aduh, Wan. Jangan gitu dong, sana-sana pergi!” kata Mbak Karin mengusir Ridwan dari dekatnya.
Aku cuma ketawa melihat mereka berseteru. Ridwan tetap tak beranjak. Dan mbak Karin pun juga tak mau kalah. Dia tetap bergeming dari tempat duduknya.
Yahh..itulah sedikit cerita konyol saat kita KKN. Kita memang berasal dari bermacam-macam karakter. Ada yang jilbaber, ada yang konyolnya minta ampun kayak si Ridwan. Dan itu cuma secuil cerita kekonyolan dia di tempat KKN.
Mbak Karin, begitu kami memanggilnya, memiliki nama lengkap Karina Pramitasari. Dia jurusan Pendidikan Matematika fakultas Saintek. Seperti yang aku bilang tadi bahwa dia ini adalah jilbaber, yah begitulah kami menyebut mereka. Karena memang berjilbab lebar dan dia juga paling anti kalo bersalaman dengan cowok. Bahkan kalo di ajak ngobrol pasti dia nunduk. Intinya, dia adalah cewek yang “lurus” dan sudah bisa ditebak dia pasti gak kenal pacaran. Jadi buat cowok2, jangan pernah mengharapkan cintanya kalau hanya untuk pacaran.
Selama KKN, dialah satu-satunya cewek yang selalu tadarus baik di kamar sendiri maupun di luar. Dia juga yang paling dekat dengan anak-anak di tempat KKN. Gak tau jurus apa yang ia gunakan hingga anak-anak pada nempel terus sama dia.
Setahuku dia juga seorang penulis. Dia anggota FLP Jogja. Aku sempat sekali membaca puisi karangannya. Keren juga. Sebenarnya aku juga sangat tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan tulis menulis. Jadi ketika ketemu dengan penulis rasanya ada aura tersendiri.
Nah, cerita di atas adalah salah satu kisah konyol Mbak Karin saat KKN. Secuil cerita tersebut membuatku merindukan saat-saat bersama mereka di tempat KKN. Selama KKN kita tinggal serumah, hidup bersama sebagai keluarga. Namun, kesibukan setahun terakhir ini membuat kami harus berpisah. Mungkin bukan hanya aku yang merasakan kerinduan ini, tapi mereka juga. Hanya saja, rasa kerinduan itu mereka ungkapkan dengan cara yang berbeda-beda. Tapi satu hal yang bisa aku ungkapkan di sini bahwa tak ada persahabatan yang abadi. Tapi rasa persaudaraan lah yang tetap mengikat kami walau tak bisa lagi saling bertemu.
Tetap semangat teman2Q, my brothers n sisters, my family. I love u all, I miss u all. Insya Alloh cerita ini bersambung dengan mengangkat cerita dari karakter2 di Keluarga Cemara.