Negeri
Para Bedebah
Judul :
Negeri Para Bedebah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal
buku : 440 halaman
Sumber gambar:
http://www.gramedia.tumblr.com
Pernahkan anda menonton film
James Bond? Agen rahasia Inggris ini, dalam film-filmya, memiliki peran untuk
menjalankan misi-misi berbahaya dengan taruhan nyawa seperti kejar-kejaran
dengan penjahat, lompat dari gedung atau bahkan pesawat, berkelahi dengan
lawan-lawannya, berhadapan dengan kelompok bersenjata dan masih banyak adegan
berbahaya lainnya. Namun, sebagai tokoh utama, James Bond selalu bisa
melaksanakan misinya dengan sukses.
Seperti James Bond, Thomas,
sang tokoh utama dalam novel Negeri Para Bedebah ini juga melakukan misi-misi
serupa. Dilatarbelakangi oleh kasus Bank Semesta yang akan ditutup oleh
pemerintah, Thomas berusaha mati-matian untuk menyelamatkan bank tersebut. Diantara
yang ia lakukan adalah dia melarikan pimpinan Bank Semesta yang telah
ditetapkan sebagai tersangka, dia kemudian harus kongkalikong dengan petugas
bandara, kepolisian, pengusaha, media, partai politik dan orang-orang berpengaruh
di negeri yang ia tinggali, Negeri Para Bedebah.
Di dalam negeri ini, uang dan kekuasaan
adalah segalanya. Asalkan seseorang memiliki salah satu atau keduanya, maka dia
akan melakukan apapun yang ia mau. Tak peduli apakah merugikan orang lain
ataukah tidak. Bagi orang kaya, mereka tak peduli dengan orang miskin. Bagi penguasa,
mereka tak peduli dengan kepentingan rakyat, yang ada hanyalah kepentingan
pribadi dan golongan. Tapi satu hal yang menarik di dalam negeri para bedebah
ini, bahwa petarung sejati tak kan pernah berkhianat.
Seperti novel-novel lainnya,
Tere Liye kembali menghadirkan novel fiktif tentang kehidupan. Melalui novel
ini, sang penulis menyampaikan bahwa masa lalu tak kan menjamin kesuksesan
hidup seseorang di masa depan. Hanya dengan menjadi petarung sejati, dia akan
mampu melewati setiap tahap kehidupan yang dilalui. Dengan menjadi petarung
sejati, seseorang akan menjadi pribadi yang tangguh, melakukan perbuatan
berdasarkan benar dan salah, menganggap lawan-lawannya sebagai kawan, dan petarung
sejati akan selalu menepati janji.
Membaca novel ini mengingatkan
kita akan kasus Bank Century. Di dunia nyata, Bank Century adalah bank yang hampir
pailit dan akan segera ditutup oleh pemerintah karena dikhawatirkan akan
berdampak sistemik pada perekonomian nasional. Pemerintah kemudian memberikan
dana talangan atau Bailout kepada bank tersebut agar bisa mengembalikan
uang nasabah. Namun kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dibalik kasus
Bank Century, yaitu sebuah skandal para bedebah negeri ini. Penulis dengan
lihai mampu menghubungkan kasus tersebut dengan tokoh utama. Bank Semesta yang
menjadi representasi Bank Century, harus diselamatkan. Melalui Thomas, penulis
mengungkap rentetan skandal yang terjadi dalam kasus Bank Semesta.
Uniknya, penulis tidak
menyebutkan secara jelas identitas setiap tokoh kunci dalam penyelamatan Bank
Semesta. Namun dengan sendirinya, pembaca bisa menebak siapa tokoh tersebut,
diantaranya Menteri Keuangan, Gubernur Bank Sentral, Sang “Putra Mahkota” penguasa
negeri tersebut, partai berkuasa, serta masih banyak tokoh yang dilibatkan
dalam cerita ini. Ironisnya, pembaca sendiri sulit menebak siapakan sebenarnya
Thomas. Siapakah dia dalam dunia nyata.
Novel ini menyajikan kisah fiktif
dengan latar belakang kisah nyata. Meski begitu, kisah tersebut menjadi lebih
hidup dan lebih seru dibanding di dunia nyata. Novel ini memberi banyak nasehat
serta pengetahuan kepada pembaca. Diantaranya pengetahuan tentang ilmu ekonomi
dan politik. Bagaimana kedua bidang tersebut sangat berhubungan erat dengan
uang dan kekuasaan.
Sayangnya, alur cerita dalam
novel ini begitu cepat dengan konflik yang sederhana, serta ending yang
menggantung. Meskipun begitu, pembaca tetap dibuat berdebar-debar dengan aksi tokoh
utama. Pembaca dibuat seakan ikut berlari bersama tokoh utama dan ingin
secepatnya menyeleseaikan cerita untuk mengetahui siapakan actor kunci dalam
kasus tersebut.

No comments:
Post a Comment